NAMA : YUNIARTI
NIM : A1C112021
KIMIA REGULER 2012
1. Jelaskan
kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga pada lemak / minyak tak jenuh ?
Asam lemak tak jenuh merupakan asam
lemak yang mengandung satu atau lebih
ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya. Asam lemak dengan lebih dari satu
ikatan dua tidak lazim,terutama terdapat pada minyak nabati,minyak ini disebut
poliunsaturat. Trigliserida tak jenuh ganda (poli-unsaturat) cenderung
berbentuk minyak. Asam lemak tak jenuh ini lebih mudah bereaksi dengan senyawa
lain dibandingkan dengan asam jenuh.
Kemungkinan adanya terbentuk ikatan
rangkap tiga pada asam lemak tak jenuh ini seperti mekanisme reaksi yaitu reaksi
halogenasi. Halogenasi adalah pemasukan halogen ke
dalam senyawa organik, baik secara penambahan (adisi) maupun secara penggantian
(substitusi), reaksi yang terjadi antara ikatan karbon-karbon rangkap (C=C)
pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan unsur-unsur halogen seperti
klorin, bromin dan iodin.
Seperti
yang di lihat pada gambar di atas yaitu Br – bersifat nukleofil menyerang C yang bermuatan
positif pada ikatan rangkap. sehingga elekton pada karbon berpindah posisi
sehingga ikatan H terlepas dan berikatan dengan Br yang lain. Sehingga terjadi
reaksi substitusi dan produknya karena reaksi halogenasi dapat berlangsung
secara adisi maupun subsitusi.
Pada asam lemak tak jenuh ini terbentuk ikatan rangkap
3 jika direaksikan oleh senyawa halogen yang besifat nukleofilik supaya salah satu dari ikatan hydrogen pada
ikatan rangkap dapat tersubstitusi dan atom H yang satunya dapat ditarik oleh
Basa kuat dan menyebabkan gugus halide menjadi gugus pergi, dengan demikian
ketika basa kuat direaksikan dengan asam lemak tak jenuh maka ia akan menyerang
atom Br sehingga akan terputus dan memungkinkan terbentuknya ikatan rangkap 3
dikarena ikatan pada Br nya telah terputus dan terjadi pertumpangan. Disini
atom H yang terikat pada atm C akan mengalami ketidakstabilan karena atom C
akan stabil jika memiliki 4 tangan namun disini memiliki 5 tangan.sehingga
dengan demikian atom H akan di putuskan dan berikatan dengan H2O
maka dari itu terbentuklah ikatan rangkap 3.
2. Jelaskan
bagaimana proses pencucian menggunakan pelarut organik bebas air?
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan
untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Banyak
sabun merupakan campuran garam
natrium
atau kalium
dari asam lemak
yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali
(seperti natrium
atau kalium hidroksida)
pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi.
Lemak akan terhidrolisis
oleh basa,
menghasilkan gliserol
dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang
dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang
kayu. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbuhan, seperti minyak zaitun.
Sabun berfungsi untuk membersihkan
kotoran / daki, mengemulsi kotoran berminyak yang
nantinya akan dibuang dengan pembilasan adalah pertama air menginduksi sabun (zat surpaktan) pada
bagian polar (kepala) setelah itu sabun akan menyerang kotoran yang terdiri
lemak/minyak bersifat non polar , debu
dan cairan yang bersifat polar. Pada zat surfaktan yang bagian bersifat non
polar akan menyerang lemak/minyak dan bagian yang bersifat polar menyerang
kotoran yang masih polar dan air sebagai media pelarut yang juga membantu sabun
mengangkat kotoran.
Air
sebagai pelarut polar disini sangat membantu kinerja sabun sehingga dapat
membersihkan kotoran. Asam format adalah suatu cairan yang tidak berwarna,
berbau tajam/menyengat, menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan dapat
membakar kulit. Asam format dapat larut sempurna dengan air dan sedikit larut
dalam benzena, karbon tetra klorida, toluena, serta tidak larut dalam
hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana. Asam format, (L.
Formica = semut). Terdapat pada semut merah (asal dari nama), lebah, jelantang
dan sebagainya (juga sedikit pada urine dan peluh).
Aseton, juga dikenal sebagai propanon,
dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida,
dan β-ketopropana, adalah
senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling
sederhana. Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter,dll.
Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat plastik, serat,
obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Selain dimanufaktur secara
industri, aseton juga dapat ditemukan secara alami, termasuk pada tubuh manusia
dalam kandungan kecil.
Jadi
menurut saya pelarut yang dapat
digunakan untuk menggantikan air sebagai pelarut adalah aseton tetapi asam format juga dapat digunakan hanya saja
asam format ini berbahaya jika digunakan sebagai pelarut dalam mencuci karena
asam ini dapat merusak kulit ketika digunakan saat mencuci.
3. Bagaimana
cara kerja indra pengecap (lidah) sehingga menimbulkan cita rasa manis khususnya
pada fruktosa ?
Lidah (Indra Pengecapan) adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara. Indera pengecap pada lidah bekerja sama dengan indera penciuman untuk mengidentifikasi aroma makanan untuk di olah dalam otak sehingga manusia bisa merasakan perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan di kosumsi. Lidah dapat merespon berbagai jenis dan macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin.
Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katupepiglotis yang menuju ke laryng. Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.
Pada
mamalia dan vertebrata yang lain, pada lidahnya terdapat reseptor untuk rasa.
Reseptor ini peka terhadap stimulus dari zat-zat kimia, sehingga disebut
kemoreseptor. Reseptor tersebut adalah kuncup-kuncup pengecap. Kuncup tersebut
berbentuk seperti bawang kecil atau piala dan terletak dipermukaan epitelium
pada permukaan atas lidah.
Kadang juga dijumpai pada langit-langit rongga mulut, faring dan laring,
walaupun sedikit sekali. Kuncup-kuncup pengecap ini ada yang tersebar dan ada
pula yang berkelompok dalam tonjolan-tonjolan epitel yang disebut papilla.
Terdapat empat jenis papilla:
1.Filiformis
terdapat di bagian posterior berbentuk penonjolan konis, sangat banyak diseluruh permukaan lidah epitel tidak mengandung putting pengecap epitel berambut
2. Fungiformis
di bagian anterior dan diantara filiformis menyerupai jamur karena menpunyai tangkai sempit dan permukaan yang halus, bagian atas melebar mengandung putting kecap, tersebar di permukaan atas epitel berlapis pipih tak menanduk
3. Foliatel
Pada pangkal lidah bagian lateral, terdapat beberapa tonjolan-tonjolan padat bentuk: sirkumvalatabanyak putting kecap
4.
Circumfalate papillae yang sangat besar dengan permukaannya yang pipih meluas
di atas papillae lain, susunan seperti parit tersebar di daerah “V” bagian
posterior lidah banyak kelenjar mukosa dan serosin banyak putting kecap yang
terdapat di sepanjang sisi papilla
Setiap kuncup pengecap terdiri dari dua macam sel, yaitu sel pengecap dan sel
penunjang, pada sel pengecap terdapat silia (rambut gustatori) yang memanjang
ke lubang
pengecap. Zat-zat kimia dari makanan yang kita makan, mencapai kuncup pengecap
melalui lubang-lubang pengecap (taste pores). Kuncup-kuncup pengecap dapat
merespon
empat rasa dasar, yaitu manis, masam, asin dan pahit. Letak masing-masing rasa
berbeda – beda yaitu :
1. Rasa
Asin = Lidah Bagian Depan
2. Rasa Manis =
Lidah Bagian Tepi
3. Rasa Asam /
Asem = Lidah Bagian Samping
4. Rasa Pahit /
Pait = Lidah Bagian Belakang
Fruktosa adalah gula yang
terdapat secara alami dalam buah-buahan dan madu. Fruktosa
digunakan untuk pemanis beberapa makanan. Fruktosa dianggap sebagai “pemanis
nutritif” karena memiliki kalori 4 kalori per gram.
Lidah dapat merasakan rasa manis pada
fruktosa karena susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada
lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Di dalam tubuh, fruktosa merupakan hasil
pemecahan daru sukrosa.
4. Jelaskan
hubungan hormon oksitoksin dengan signal gelombang alfa (α) dan teta (θ) yang
dikeluarkan oleh otak ?
Oksitosin
adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat aliran
aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat
hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri nama oksitosin
berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan
merangsang kontraksi otot polos uterus. Peranan fisiologik lain yang dimiliki
oleh hormon ini adalah meningkatkan ejeksi ASI dari kelenjar mammae.
Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi,
Visualisasi
Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan
dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan
perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan,
memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas
kita.
Lebih lambat dari Beta, kondisi
gelombang otak Theta (4-8 Hz)
muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai
mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan
stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight)
dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan
peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan
kreativitas dan pembelajaran.
Oksitosin disekresi dalam jumlah
besar saat hamil, berfungsi untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, nyaman,
gairah, empati,
mengurangi stres, dan menghemat energi dengan membuat ibu hamil lebih
mudah mengantuk. hormon ini
juga menciptakan perasaan, dengan cara neurotransmitter membawa gelombang alpha
dan theta. Oksitosin juga menyebabkan rahim berkontraksi
berirama. Kadar hormon oksitosin mencapai puncaknya saat persalinan dengan
adanya stimulasi dari reseptor vagina akibat adanya peregangan saat bayi
melewati vagina. Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon ini menurun secara
bertahap. Pada saat inilah
gelombang alpha akan berfungsi untuk menenangkan ibu pada proses
kelahiran dan mengurangi strees begitu juga dengan gelombang tetha tetapi gelombang
tetha berperan pada tingkat bawah sadar yang lebih dalam lagi sehingga saat ibu
melahirkan rasa cemas maupun stress itu berkurang karena gelombang inilah yang
di rangsang oleh hormon oksitosin.
5. Jelaskan
bagaimana sifat basa dapat dihasilkan oleh gugus OH pada sakarida (C12H22011)
?
Sakarida
adalah salah satu biomolekul yang paling penting di dunia. Juga dikenal sebagai
karbohidrat, mereka bertanggung jawab untuk berbagai peran dalam semua makhluk
hidup, terutama dalam mengendalikan energi dalam sel serta menyediakan
integritas struktural. Selain itu, sakarida memberikan peran dalam sistem
kekebalan tubuh, pengembangan dan fertilisasi.
Molekul-molekul
ini adalah bahan organik yang paling berlimpah di planet ini. Mereka
menyediakan tulang punggung dasar penyimpanan energi, fungsi sel bahan bakar
dan membuat proses metabolisme stabil. Juga, sakarida membentuk kerangka
struktural untuk asam ribonukleat (RNA) dan asam deoxoribonucleic (DNA) dengan
dasar gula ribosa dan deoksiribosa. Dinding sel bakteri dan tumbuhan terdiri
dari biomolekul, menghasilkan kelimpahan yang menyelimutinya. Terakhir,
karbohidrat ini memainkan peran kunci dalam mengendalikan interaksi sel sendiri
serta koleksi sel. Hal ini disebabkan oleh sakarida memiliki kaitan ke protein
dan lipid.
Sifat basa yang dihasilkan gugus OH
pada sakrida yaitu dengan konsep asam basa yang dikemukan oleh bronsted-Lowry.Basa menurut teori ini
adalah senyawa yang menerima proton/akseptor proton.
Salah satu contoh disakarida adalah
sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa.Dalam srukturnya glukosa
memiliki sifat asam karena kemampuannya untuk melepaskan proton (H+)
pada C pertama.