Sabtu, 12 Juli 2014

UJIAN KIMIA ORGANIK II


NAMA       : YUNIARTI
NIM           : A1C112021
KIMIA REGULER 2012


1.    Jelaskan kemungkinan terbentuknya ikatan rangkap tiga pada lemak / minyak tak jenuh ?
            Asam lemak tak jenuh merupakan asam lemak yang mengandung satu atau lebih ikatan rangkap pada rantai hidrokarbonnya. Asam lemak dengan lebih dari satu ikatan dua tidak lazim,terutama terdapat pada minyak nabati,minyak ini disebut poliunsaturat. Trigliserida tak jenuh ganda (poli-unsaturat) cenderung berbentuk minyak. Asam lemak tak jenuh ini lebih mudah bereaksi dengan senyawa lain dibandingkan dengan asam jenuh.

 
 

Kemungkinan adanya terbentuk ikatan rangkap tiga pada asam lemak tak jenuh ini seperti mekanisme reaksi yaitu reaksi halogenasi. Halogenasi adalah pemasukan halogen ke dalam senyawa organik, baik secara penambahan (adisi) maupun secara penggantian (substitusi), reaksi yang terjadi antara ikatan karbon-karbon rangkap (C=C) pada senyawa-senyawa alkena seperti etena dengan unsur-unsur halogen seperti klorin, bromin dan iodin. 

 

Seperti yang di lihat pada gambar di atas yaitu Br   bersifat nukleofil menyerang C yang bermuatan positif pada ikatan rangkap. sehingga elekton pada karbon berpindah posisi sehingga ikatan H terlepas dan berikatan dengan Br yang lain. Sehingga terjadi reaksi substitusi dan produknya karena reaksi halogenasi dapat berlangsung secara adisi maupun subsitusi.
Pada asam lemak tak jenuh ini terbentuk ikatan rangkap 3 jika direaksikan oleh senyawa halogen yang besifat nukleofilik  supaya salah satu dari ikatan hydrogen pada ikatan rangkap dapat tersubstitusi dan atom H yang satunya dapat ditarik oleh Basa kuat dan menyebabkan gugus halide menjadi gugus pergi, dengan demikian ketika basa kuat direaksikan dengan asam lemak tak jenuh maka ia akan menyerang atom Br sehingga akan terputus dan memungkinkan terbentuknya ikatan rangkap 3 dikarena ikatan pada Br nya telah terputus dan terjadi pertumpangan. Disini atom H yang terikat pada atm C akan mengalami ketidakstabilan karena atom C akan stabil jika memiliki 4 tangan namun disini memiliki 5 tangan.sehingga dengan demikian atom H akan di putuskan dan berikatan dengan H2O maka dari itu terbentuklah ikatan rangkap 3.

 


2.    Jelaskan bagaimana proses pencucian menggunakan pelarut organik bebas air?
         
Deterjen adalah campuran berbagai bahan, yang digunakan untuk membantu pembersihan dan terbuat dari bahan-bahan turunan minyak bumi. Banyak sabun merupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak dengan direaksikan dengan alkali (seperti natrium atau kalium hidroksida) pada suhu 80–100 °C melalui suatu proses yang dikenal dengan saponifikasi. Lemak akan terhidrolisis oleh basa, menghasilkan gliserol dan sabun mentah. Secara tradisional, alkali yang digunakan adalah kalium yang dihasilkan dari pembakaran tumbuhan, atau dari arang kayu. Sabun dapat dibuat pula dari minyak tumbuhan, seperti minyak zaitun.
Sabun berfungsi untuk membersihkan kotoran / daki, mengemulsi kotoran berminyak yang nantinya akan dibuang dengan pembilasan adalah pertama air menginduksi sabun (zat surpaktan) pada bagian polar (kepala) setelah itu sabun akan menyerang kotoran yang terdiri lemak/minyak  bersifat non polar , debu dan cairan yang bersifat polar. Pada zat surfaktan yang bagian bersifat non polar akan menyerang lemak/minyak dan bagian yang bersifat polar menyerang kotoran yang masih polar dan air sebagai media pelarut yang juga membantu sabun mengangkat kotoran.
            Air sebagai pelarut polar disini sangat membantu kinerja sabun sehingga dapat membersihkan kotoran. Asam format adalah suatu cairan yang tidak berwarna, berbau tajam/menyengat, menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan dan dapat membakar kulit. Asam format dapat larut sempurna dengan air dan sedikit larut dalam benzena, karbon tetra klorida, toluena, serta tidak larut dalam hidrokarbon alifatik seperti heptana dan oktana. Asam format,   (L. Formica = semut). Terdapat pada semut merah (asal dari nama), lebah, jelantang dan sebagainya (juga sedikit pada urine dan peluh).
            Aseton, juga dikenal sebagai propanon, dimetil keton, 2-propanon, propan-2-on, dimetilformaldehida, dan β-ketopropana, adalah senyawa berbentuk cairan yang tidak berwarna dan mudah terbakar. Ia merupakan keton yang paling sederhana. Aseton larut dalam berbagai perbandingan dengan air, etanol, dietil eter,dll. Ia sendiri juga merupakan pelarut yang penting. Aseton digunakan untuk membuat plastik, serat, obat-obatan, dan senyawa-senyawa kimia lainnya. Selain dimanufaktur secara industri, aseton juga dapat ditemukan secara alami, termasuk pada tubuh manusia dalam kandungan kecil.
            Jadi menurut saya pelarut yang dapat digunakan untuk menggantikan air sebagai pelarut adalah aseton tetapi  asam format juga dapat digunakan hanya saja asam format ini berbahaya jika digunakan sebagai pelarut dalam mencuci karena asam ini dapat merusak kulit ketika digunakan saat mencuci.

3.    Bagaimana cara kerja indra pengecap (lidah) sehingga menimbulkan cita rasa manis khususnya pada fruktosa ?

            Lidah (Indra Pengecapan) adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara. Indera pengecap pada lidah bekerja sama dengan indera penciuman untuk mengidentifikasi aroma makanan untuk di olah dalam otak sehingga manusia bisa merasakan perbedaan aroma makanan dan minuman yang akan di kosumsi. Lidah dapat merespon berbagai jenis dan macam rasa seperti rasa manis, rasa pahit, rasa asam dan rasa asin.

            Lidah juga merupakan suatu rawan (cartilago) yang akarnya tertanam pada bagian posterior rongga mulut (cavum oris) dekat dengan katupepiglotis yang menuju ke laryng. Lidah merupakan bagian tubuh penting untuk indra pengecap yang terdapat kemoreseptor (bagian yang berfungsi untuk menangkap rangsangan kimia yang larut pada air) untuk merasakan respon rasa asin, asam, pahit dan rasa manis. Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat yang berbeda-beda.

            Pada mamalia dan vertebrata yang lain, pada lidahnya terdapat reseptor untuk rasa. Reseptor ini peka terhadap stimulus dari zat-zat kimia, sehingga disebut kemoreseptor. Reseptor tersebut adalah kuncup-kuncup pengecap. Kuncup tersebut berbentuk seperti bawang kecil atau piala dan terletak dipermukaan epitelium pada permukaan atas lidah.
Kadang juga dijumpai pada langit-langit rongga mulut, faring dan laring, walaupun sedikit sekali. Kuncup-kuncup pengecap ini ada yang tersebar dan ada pula yang berkelompok dalam tonjolan-tonjolan epitel yang disebut papilla. Terdapat empat jenis papilla:
 

1.Filiformis

terdapat di bagian posterior berbentuk penonjolan konis, sangat banyak diseluruh permukaan lidah epitel tidak mengandung putting pengecap epitel berambut

2. Fungiformis

di bagian anterior dan diantara filiformis menyerupai jamur karena menpunyai tangkai sempit dan permukaan yang halus, bagian atas melebar mengandung putting kecap, tersebar di permukaan atas epitel berlapis pipih tak menanduk

3. Foliatel

Pada pangkal lidah bagian lateral, terdapat beberapa tonjolan-tonjolan padat bentuk: sirkumvalatabanyak putting kecap

4. Circumfalate papillae yang sangat besar dengan permukaannya yang pipih meluas di atas papillae lain, susunan seperti parit tersebar di daerah “V” bagian posterior lidah banyak kelenjar mukosa dan serosin banyak putting kecap yang terdapat di sepanjang sisi papilla
Setiap kuncup pengecap terdiri dari dua macam sel, yaitu sel pengecap dan sel
penunjang, pada sel pengecap terdapat silia (rambut gustatori) yang memanjang ke lubang
pengecap. Zat-zat kimia dari makanan yang kita makan, mencapai kuncup pengecap
melalui lubang-lubang pengecap (taste pores). Kuncup-kuncup pengecap dapat merespon
empat rasa dasar, yaitu manis, masam, asin dan pahit. Letak masing-masing rasa berbeda – beda yaitu :

1. Rasa Asin = Lidah Bagian Depan

2. Rasa Manis = Lidah Bagian Tepi
3. Rasa Asam / Asem = Lidah Bagian Samping
4. Rasa Pahit / Pait = Lidah Bagian Belakang
  


Fruktosa adalah gula yang terdapat secara alami dalam buah-buahan dan madu. Fruktosa digunakan untuk pemanis beberapa makanan. Fruktosa dianggap sebagai “pemanis nutritif” karena memiliki kalori 4 kalori per gram.

Lidah dapat merasakan rasa manis pada fruktosa karena susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis. Di dalam tubuh, fruktosa merupakan hasil pemecahan daru sukrosa.


4.    Jelaskan hubungan hormon oksitoksin dengan signal gelombang alfa (α) dan teta (θ) yang dikeluarkan oleh otak ?
            Oksitosin adalah suatu hormon yang diproduksi di hipotalamus dan diangkut lewat aliran aksoplasmik ke hipofisis posterior yang jika mendapatkan stimulasi yang tepat hormon ini akan dilepas kedalam darah. Hormon ini di beri nama oksitosin berdasarkan efek fisiologisnya yakni percepatan proses persalinan dengan merangsang kontraksi otot polos uterus. Peranan fisiologik lain yang dimiliki oleh hormon ini adalah meningkatkan ejeksi ASI dari kelenjar mammae.
Gelombang Alpha: Kreativitas, Relaksasi, Visualisasi
            Gelombang otak Alpha (8-13 Hz) sangat kontras dibandingkan dengan kondisi Beta. Kondisi relaks mendorong aliran energi kreativitas dan perasaan segar, sehat. Kondisi gelombang otak Alpha ideal untuk perenungan, memecahkan masalah, dan visualisasi, bertindak sebagai gerbang kreativitas kita.

Lebih lambat dari Beta, kondisi gelombang otak Theta (4-8 Hz) muncul saat kita bermimpi pada tidur ringan. Atau juga sering dinamakan sebagai mengalami mimpi secara sadar. Frekuensi Theta ini dihubungkan dengan pelepasan stress dan pengingatan kembali memori yang telah lama. Kondisi “senjakala” (twilight) dapat digunakan untuk menuju meditasi yang lebih dalam, menghasilkan peningkatan kesehatan secara keseluruhan, kebutuhan kurang tidur, meningkatkan kreativitas dan pembelajaran.

  

Oksitosin disekresi dalam jumlah besar saat hamil, berfungsi untuk meningkatkan penyerapan nutrisi, nyaman, gairah, empati, mengurangi stres, dan menghemat energi dengan membuat ibu hamil lebih mudah  mengantuk. hormon ini juga menciptakan perasaan, dengan cara neurotransmitter membawa gelombang alpha dan theta.  Oksitosin juga menyebabkan rahim berkontraksi berirama. Kadar hormon oksitosin mencapai puncaknya saat persalinan dengan adanya stimulasi dari reseptor vagina akibat adanya peregangan saat bayi melewati vagina. Setelah plasenta dilahirkan, kadar hormon ini menurun secara bertahap. Pada saat inilah  gelombang alpha akan berfungsi untuk menenangkan ibu pada proses kelahiran dan mengurangi strees begitu juga dengan gelombang tetha tetapi gelombang tetha berperan pada tingkat bawah sadar yang lebih dalam lagi sehingga saat ibu melahirkan rasa cemas maupun stress itu berkurang karena gelombang inilah yang di rangsang oleh hormon oksitosin.



5.    Jelaskan bagaimana sifat basa dapat dihasilkan oleh gugus OH pada sakarida (C12H22011) ?

Sakarida adalah salah satu biomolekul yang paling penting di dunia. Juga dikenal sebagai karbohidrat, mereka bertanggung jawab untuk berbagai peran dalam semua makhluk hidup, terutama dalam mengendalikan energi dalam sel serta menyediakan integritas struktural. Selain itu, sakarida memberikan peran dalam sistem kekebalan tubuh, pengembangan dan fertilisasi.

 

Molekul-molekul ini adalah bahan organik yang paling berlimpah di planet ini. Mereka menyediakan tulang punggung dasar penyimpanan energi, fungsi sel bahan bakar dan membuat proses metabolisme stabil. Juga, sakarida membentuk kerangka struktural untuk asam ribonukleat (RNA) dan asam deoxoribonucleic (DNA) dengan dasar gula ribosa dan deoksiribosa. Dinding sel bakteri dan tumbuhan terdiri dari biomolekul, menghasilkan kelimpahan yang menyelimutinya. Terakhir, karbohidrat ini memainkan peran kunci dalam mengendalikan interaksi sel sendiri serta koleksi sel. Hal ini disebabkan oleh sakarida memiliki kaitan ke protein dan lipid.
Sifat basa yang dihasilkan gugus OH pada sakrida yaitu dengan konsep asam basa yang dikemukan oleh bronsted-Lowry.Basa menurut teori ini adalah senyawa yang menerima proton/akseptor proton.
Salah satu contoh disakarida adalah sukrosa yang terdiri dari glukosa dan fruktosa.Dalam srukturnya glukosa memiliki sifat asam karena kemampuannya untuk melepaskan proton (H+) pada C pertama.